Kisah
Pagi
ini aku merasa sangat senang, entah apa mimpiku semalam. Aku Dhia mahasiswi
fakultas ekonomi disalah satu Universitas yang terkenal didaerahku. Aku
termasuk Orang yang beruntung bisa berkuliah disana dengan kondisi ekonomi
keluargaku yang sangat rendah.
“Adik.”Suara
yang sudah tak asing aku dengar.
Aku
menoleh kearah kanan, ternyata itu Kak Dika. Teman sekelasku tapi aku
memanggilnya kakak, karena umurnya 2 bulan lebih tua dariku.
“
Ada apa kak, kok tumben pagi – pagi udah disekolah?” aku heran dengan sikapnya
yang berubah.
“Gak
sih pengen aja datang lebih awal, emang gak boleh?” Canda kak Dika sambil
menyubit pipiku hingga merah.
“Aduhh….
Sakit kak.” Aku membulatkan bibir.
Kak
Dika kelihatan berbeda hari ini, bukan berbeda dari penampilan. Tapi sikapnya,
entah apa yang dia alami kemarin.
“Kak
udah jam 7.30 nih yuk masuk kelas.” Ajakku dengan menyeret tangan kak dika.
“Aduh..
dik jangan Tarik – Tarik sakit tau, kamu ini cewek tapi kasar.” Lawan kak Dika.
“eh..
sorry sorry kak, kirain kakak gak merasa kesakitan.”
Begitu
seterusnya aku selalu bertengkar dengan Kak Dika. Tapi entah kenapa aku merasa
nyaman jika didekatnya. Aku tidak pernah merasa khawatir jika sudah ada kak
Dika disampingku.
Besoknya
lagi Kak Dika datang lebih awal, entah apa yang dia lakukan disekolah sepagi
itu. Semakin lama aku merasa curiga dengan tingkah lakunya yang beda. Aku nekat
bertanya kepada kak Dika.
“Kak
kok belakangan ini kakak sering datang lebih awal ya?” tanyaku sambil berjalan
di lorong menuju kelas.
“pengen
aja sih, biar gak terlambat.”alasan kak Dika.
“owh
gitu…..” jawabku ragu.
Aku
berpikir untuk menyelidiki apa yang dilakukan Kak Dika datang ke sekolah pagi –
pagi. Aku merencanakan untuk besok datang ke sekolah lebih pagi lagi.
Pagi
itu disaat suasana sekolah sangat sunyi, aku mengendap datang meloncati pagar
sekolah. Aku mencari tau dimana Kak Dika berada, karena ditempat parkir sudah
ada motor kak Dika. Tapi aku heran darimana kak Dika masuk kalua pintu pagarnya
dikunci.
Terdengar
suara orang ngorok di sebelah kantin sekolah. Aku mencari tau bunyi apa itu.
Aku sempat mengira itu pak satpam, tapi setelah aku pikir gak mungkin pak
satpam sampai ketiduran disekolah.
“Haloo
permisi…. Siapa disana?”suaraku nyaring memanggil orang yang ngorok tersebut.
Tiba
– tiba teleponku berbunyi, dengan cepat aku mematikan panggilan itu, karena aku
takut terdengar orang yang sedang ngorok tersebut.
“Siapa
disana?” seorang lelaki berteriak, seperti orang ketakutan.
Aku
diam karena takut, jika orang tersebut penjahat yang suka membunuh tidak aka
nada orang yang bisa membantuku saat itu.
Terdengar
suara langkah kaki yang mendekat, aku semakin takut penjahat itu akan
membunuhku. Bayangan hitam yang terlihat sangat menyeramkan mendekati tempatku
berdiri.
“siapa
kamu?” teriaknya
“ma-maaf
aku mahasiswi disini.”jawabku ketakutan
“siapa
namamu?” tanyanya dengan berdiri begitu dekat di depanku.
“Namaku
Dhi- Dhia.”jawabku terbata – bata.
Tiba
– tiba lampu menyala, dan aku terkejut penjahat tadi itu adalah Kak Dika.
Hatiku lega karna ada Kak Dika yang akan melindungiku disana.
“Kak
Dika.” Aku teriak mendekatinya lalu memeluknya.
“iya
dik kenapa, kok kamu nangis?” Kak Dika memelukku dengan hangat sambil membelai
rambutku.
“Tadi
ada bayangan hitam kak, dia didepanku.” Aku menangis keras.
“
owh itu kakak.” Jawabnya santai
“
hah….. kakak?”aku melepas pelukanku.
Lalu
Kak Dika memberikan penjelasan bahwa dia tidur disana karena orang tuannya
menjadi Cleaning servis ditempatnya kuliah. Kak Dika gak mau cerita karena dia
takut aku menjauhinya. Padahal pemikirannya itu salah. Akhirnya sekarang kak
Dika sudah mengubah sikapnya seperti dulu, tidak gengsian.
^Tamat^
No comments:
Post a Comment