Cinta
Seorang Sahabat
Oleh
: Putu Dea Pratiwi
Saat
matahari mulai tenggelam, Divana Dewi
seorang gadis SMK duduk di bangku taman dengan perasaan gelisah. “Kenapa
lama banget ya Dirga datang?” Dirga Rahayu adalah sahabatnya dari kecil. Divana
sudah lama menyukai Dirga, tapi karena mereka sahabat Divana tidak berani
mengungkapkannya.
Tiba – tiba dari belakang mata Divana
tertutup oleh telapak tangan yang dingin. “ aduh siapa nih?” Divana merasa
khawatir kalau itu adalah penculik. Divana langsung menyiku perut orang
tersebut. Ternyata itu adalah Dirga.” Aduh maaf ya Dirga, habisnya aku gak tahu
itu kamu aku kira penculik.” Divana merasa bersalah. “ tapi jangan nonjok juga kan sakit.” Dirga
meringis kesakitan.
“Iya
– iya maaf kan gak tahu.” Divana menutup kedua telapak tangannya di depan
mukanya.” Dimaafin kan?”
Tanpa berpikir Panjang Dirga langsung
menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “ yee, makasih Dirga sayang.” Divana
langsung menutup mulutnya.” Sekali lagi apa kamu bilang?” kepo Dirga. “ hmm gak
jadi deh, udah yuk kita balik keburu malam nih.” Mereka pun pergi berdua dengan
perasaan yang berbeda.
Keesokan harinya disekolah Dirga dan
Divana tidak berani saling bicara, karena kejadian semalam. “ Div lo kenapa?
Kok beda ke Dirga kayak musuhan?” tanya Suci sahabat Divana.
“
Gak kok biasa aja, mungkin dia lagi gak mood.”elak Divana. “Sebenarnya gue
keceplosan ngomong saat ketemuan kemarin.”
“
Emangnya lo ngomong apa ke Dirga?” Suci kepo.
“Ada
deh..” jawab Divana.
Bel pun berbunyi tanda istirahat.” Div
lo gak ke kantin??” tanya Suci.
“
Gak gue udah sarapan tadi di rumah.” Divana mengelak, karena dia tahu pasti
akan bertemu Dirga di kantin. “beneran lo gak mau pergi kekantin nanti nyesel
gak ketemu sama Dirga.” Suci menggoda Divana.
/ Setelah pulang sekolah Divana menunggu
jemputan dari ojek langganannya. “ Div pulang bareng yuk?”Tawar Dirga.
“
beneran lo mau ngajak gue pulang?” Tanya Divana.
“
Iya lah, emangnya gue kelihatan bercanda?” Dirga menjawab.
“ya
udah deh gue bareng lo aja. Makasih udah ngajak gue pulang.”
Mereka pulang dengan menaiki mobil
silver milik Dirga. Di perjalanan Dirga mengajak ngobrol Divana serius. “ Div
lo nanti sibuk gak?” Tanya Dirga.
“Gak,
emang kenapa?” Kepo Divana.
“Gue
mau buat kejutan untuk seseorang, lo bisa bantu gak?” Rayu Dirga.
“
Emangnya lo mau ngasi kejutan ke siapa?” Divana memastikan.
“Tapi
lo mau kan?” mohon Dirga
“Iya
gue mau.” Senyum Divana.
“Sebenarnya
gue mau nembak….” Seru Dirga.
Divana menatap Dirga serius dan ingi cepat
tahu siapa perempuan yang akan mendapatkan hatinya.
“
Gue mau nembak Suci.”Jawab Dirga.
Tiba – tiba hati Divana terasa
dihantam oleh batu besar. “ Hah, Dirga mau nembak Suci.” Dalam hati Divana.
“Sekarang
lo mau nembak dengan cara apa?” Tanya Divana dengan membalikkan badannya melihat
jalanan lewat kaca mobil.
“Kalau
menurut lo bagusnya gimana?” Dirga tanya balik.
“
Kalau menurut gue, lo tembak dia dengan cara ajak dia makan ke restaurant dan
traktir dia coklat, karna dia suka coklat sama kayak gue.” Seru divana.
Dirga malah senyum-senyum sendiri. “ Oke,
terus kapan tanggal yang tepat untuk nembak dia, biar anniversary kita itu
selalu dirayakan oleh semua orang?” Tanya Dirga.
“Menurut
gue lebih baik tanggal 14 februari mendatang, kan hari valentine jadi semua
orang pasti merayakannya terutama remaja sekarang.” Jawab Divana.
“Oke
Lo bantu gue yah?” Mohon Dirga.
Tepat tanggal 14 februari Dirga
mengajak Divana ke restaurant. “ Kenapa Dirga ngajak gue ke restaurant, atau
jangan – jangan dia mau gue lihat proses jadiannya dengan suci.” Dalam hati
Divana.
“
Lo duduk sekarang.” Kata Dirga ke Divana.
“
Ngapain gue yang duduk terus Suci mana?” Heran Divana.
Kerlap – kerlip sorot lampu restaurant
menambah indahnya nuansa di tanggal 14 februari tersebut. Mata Divana ditutup
dari belakang oleh seseorang. “Aduh, apa -apaan nih kok mata gue di tutup?”
Divana ketakutan.
“
Divana Dewi, lo adalah perempuan yang paling gue sayang seumur hidup gue.”
Dirga menyela.
“
Divana LO MAU GAK JADI PACAR GUE?”Dirga mengutarakan perasaanya.
“
Hah, lo beneran, bukannya lo mau nembak Suci?” Tanya divana heran.
“
Dia nanya ke lo kemarin itu biar Dirga tahu apa yang lo suka dan cara nembak
lo.” Suci menjawab.
“
Suci, cepetan buka nih mat ague udah sakit.” Seru Divana.
Divana
malah nangis terharu dan sebatang coklat di berikan oleh Dirga. “ ini coklat
kesukaan lo, gue beli special buat lo
cewek kesayangan gue. Gue tahu lo dari kemarin cemburu dengar gue mau nembak
Suci, dan ini sebagai tanda maaf gue ke lo.” Rayu Dirga.
“
Lo belum jawab pertanyaan gue, lo mau gak jadi pasangan hidup gue.” Tanya
Dirga.
Dengan cepat Divana menjawab
pertanyaan Dirga.” Aku mau.” Jawab Divana. Divana langsung membuka coklat yang
diberi Dirga. Dirga hanya tertawa kecil melihat kelakuan pacarnya seperti itu.
No comments:
Post a Comment