Wednesday, 13 February 2019


Cinta Seorang Sahabat

Oleh : Putu Dea Pratiwi

            Saat matahari mulai tenggelam, Divana Dewi  seorang gadis SMK duduk di bangku taman dengan perasaan gelisah. “Kenapa lama banget ya Dirga datang?” Dirga Rahayu adalah sahabatnya dari kecil. Divana sudah lama menyukai Dirga, tapi karena mereka sahabat Divana tidak berani mengungkapkannya.
          Tiba – tiba dari belakang mata Divana tertutup oleh telapak tangan yang dingin. “ aduh siapa nih?” Divana merasa khawatir kalau itu adalah penculik. Divana langsung menyiku perut orang tersebut. Ternyata itu adalah Dirga.” Aduh maaf ya Dirga, habisnya aku gak tahu itu kamu aku kira penculik.” Divana merasa bersalah.  “ tapi jangan nonjok juga kan sakit.” Dirga meringis kesakitan.
“Iya – iya maaf kan gak tahu.” Divana menutup kedua telapak tangannya di depan mukanya.” Dimaafin kan?”
          Tanpa berpikir Panjang Dirga langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “ yee, makasih Dirga sayang.” Divana langsung menutup mulutnya.” Sekali lagi apa kamu bilang?” kepo Dirga. “ hmm gak jadi deh, udah yuk kita balik keburu malam nih.” Mereka pun pergi berdua dengan perasaan yang berbeda.
          Keesokan harinya disekolah Dirga dan Divana tidak berani saling bicara, karena kejadian semalam. “ Div lo kenapa? Kok beda ke Dirga kayak musuhan?” tanya Suci sahabat Divana.
“ Gak kok biasa aja, mungkin dia lagi gak mood.”elak Divana. “Sebenarnya gue keceplosan ngomong saat ketemuan kemarin.”
“ Emangnya lo ngomong apa ke Dirga?” Suci kepo.
“Ada deh..” jawab Divana.
          Bel pun berbunyi tanda istirahat.” Div lo gak ke kantin??” tanya Suci.
“ Gak gue udah sarapan tadi di rumah.” Divana mengelak, karena dia tahu pasti akan bertemu Dirga di kantin. “beneran lo gak mau pergi kekantin nanti nyesel gak ketemu sama Dirga.” Suci menggoda Divana.
/         Setelah pulang sekolah Divana menunggu jemputan dari ojek langganannya. “ Div pulang bareng yuk?”Tawar Dirga.
“ beneran lo mau ngajak gue pulang?” Tanya Divana.
“ Iya lah, emangnya gue kelihatan bercanda?” Dirga menjawab.
“ya udah deh gue bareng lo aja. Makasih udah ngajak gue pulang.”
          Mereka pulang dengan menaiki mobil silver milik Dirga. Di perjalanan Dirga mengajak ngobrol Divana serius. “ Div lo nanti sibuk gak?” Tanya Dirga.
“Gak, emang kenapa?” Kepo Divana.
“Gue mau buat kejutan untuk seseorang, lo bisa bantu gak?” Rayu Dirga.
“ Emangnya lo mau ngasi kejutan ke siapa?” Divana memastikan.
“Tapi lo mau kan?” mohon Dirga
“Iya gue mau.” Senyum Divana.
“Sebenarnya gue mau nembak….” Seru Dirga.
 Divana menatap Dirga serius dan ingi cepat tahu siapa perempuan yang akan mendapatkan hatinya.
“ Gue mau nembak Suci.”Jawab Dirga.
          Tiba – tiba hati Divana terasa dihantam oleh batu besar. “ Hah, Dirga mau nembak Suci.” Dalam hati Divana.
“Sekarang lo mau nembak dengan cara apa?” Tanya Divana dengan membalikkan badannya melihat jalanan lewat kaca mobil.
“Kalau menurut lo bagusnya gimana?” Dirga tanya balik.
“ Kalau menurut gue, lo tembak dia dengan cara ajak dia makan ke restaurant dan traktir dia coklat, karna dia suka coklat sama kayak gue.” Seru divana.
 Dirga malah senyum-senyum sendiri. “ Oke, terus kapan tanggal yang tepat untuk nembak dia, biar anniversary kita itu selalu dirayakan oleh semua orang?” Tanya Dirga.
“Menurut gue lebih baik tanggal 14 februari mendatang, kan hari valentine jadi semua orang pasti merayakannya terutama remaja sekarang.” Jawab Divana.
“Oke Lo bantu gue yah?” Mohon Dirga.
          Tepat tanggal 14 februari Dirga mengajak Divana ke restaurant. “ Kenapa Dirga ngajak gue ke restaurant, atau jangan – jangan dia mau gue lihat proses jadiannya dengan suci.” Dalam hati Divana.
“ Lo duduk sekarang.” Kata Dirga ke Divana.
“ Ngapain gue yang duduk terus Suci mana?” Heran Divana.
          Kerlap – kerlip sorot lampu restaurant menambah indahnya nuansa di tanggal 14 februari tersebut. Mata Divana ditutup dari belakang oleh seseorang. “Aduh, apa -apaan nih kok mata gue di tutup?” Divana ketakutan.
“ Divana Dewi, lo adalah perempuan yang paling gue sayang seumur hidup gue.” Dirga menyela.
“ Divana LO MAU GAK JADI PACAR GUE?”Dirga mengutarakan perasaanya.
“ Hah, lo beneran, bukannya lo mau nembak Suci?” Tanya divana heran.
“ Dia nanya ke lo kemarin itu biar Dirga tahu apa yang lo suka dan cara nembak lo.” Suci menjawab.
“ Suci, cepetan buka nih mat ague udah sakit.” Seru Divana.
          Divana malah nangis terharu dan sebatang coklat di berikan oleh Dirga. “ ini coklat kesukaan lo, gue beli special  buat lo cewek kesayangan gue. Gue tahu lo dari kemarin cemburu dengar gue mau nembak Suci, dan ini sebagai tanda maaf gue ke lo.” Rayu Dirga.
“ Lo belum jawab pertanyaan gue, lo mau gak jadi pasangan hidup gue.” Tanya Dirga.
          Dengan cepat Divana menjawab pertanyaan Dirga.” Aku mau.” Jawab Divana. Divana langsung membuka coklat yang diberi Dirga. Dirga hanya tertawa kecil melihat kelakuan pacarnya seperti itu.



No comments:

Post a Comment