Gebetan Kakak Kelas
Oleh : Putu Dea Pratiwi
Sekilas udara masuk lewat jendela rumah Dina Sintya. Dina yang sedang tertidur bangun dengan kaget. " Hah. Sudah jam 7". Hari ini adalah hari pertamanya ujian di sekolah SMP di Bali. Dina langsung pergi mengambil handuk dan mandi.
"Dina sini, kita, makan bareng ayah. Sekarang ayahmu akan kerja di luar kota". Dina langsung menuruni tangga dengan pakaian yang masih berantakan. "Ma Dina sarapannya disekolah aja sudah terlambat". Dengan menyalami tangan mama dan papanya tanpa basa basi. Dina langsung mengendarai motornya dengan kecepatan yang extra.
Sesampainya disekolah Dina masih memiliki waktu 10 menit untuk tiba di gerbang sekolah. "Tunggu pak... jangan ditutup". Teriak Dina. "Kamu ini sudah sering terlambat, pakaian berantakan pula". Marah Pak satpam. "Ya maaf pak saya telat bangun, alarm saya mati". Mohon Dina. "Sudah masuk, nanti kamu gak jadi ujian".
Pulang sekolah Dina mangajak sahabatnya Arsiyani." Din lo mau mendaftar sekolah di mana?" tanya Arsi. Dina menaruh tangannya didepan dada. " Gue juga gak tahu,menurut lo dimana ya enaknya?" Pembicaraan mereka terpotong karena ada suara benturan yang keras.
Dina : Arsi gue udah nemuin sekolah yang tepat untuk kita.
Arsi : Beneran, dimana??
Dina : Di SMK..... Tapi itu sekolah berasrama dan kita tinggal jauh dari orang tua.
Arsi : Gak apa-apa yang penting itu nyaman untuk kita.
Percakapan lewat telepon itu berakhir.
Setelah ujian mereka berakhir mereka merayakannya dengan party di rumah Arsi." Din lo cantik banget malam ini". Arsi menggoda Dina. " Ah lo bisa aja". Dina malu.
Selang beberapa bulan akhirnya pengumuman siswa baru di SMK tersebut.
"Arsi gue dapat di sekolah SMK itu". Dina dengan bahagia mencubit pipi Arsi. "Aduh, sakit tahu, tapi gue gak dapat. Gimana dong??" Arsi terlihat sedih.
"Gak apa-apa kan lo bisa cari sekolah lain yang lebih bagu". Bujuk Dina. "Tapi gue mau sekolah bareng lo". Arsi menjawab. "Kalau lo sekolah berasrama, terus pacar lo ditinggal gitu?"Dina mencoba membujuk Arsi. "Bener juga sih".
Dengan perasaan yang sedih Arsi pulang diantar pacarnya. Dalam hati Arsi berpikir bahwa apa yang dibilang oleh Dina itu benar.
Selang beberapa bulan Dina sudah resmi menjadi siswi baru di sekolah SMK tersebut. Dina mengawali sekolahnya dengan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Hari pertama Dina MPLS sangat menyenangkan tapi setelah lama membuat Dina bosan.
Saat itu Dina di pertemukan dengan kakak kelas yang menurutnya ganteng, kakak itu memiliki nama lengkap Andika Dewa. Kan Dewa sangat ramah dan pendiam menurutnya. "kak adik takut di interview, takut salah jawab". Keluh Dina. " Gak apa-apa, semangat ya dik". sambil memegang pundak Dina. Hati Dina berdegug kencang sekaligus bahagia.
Setelah MPLS, Dina mulai belajar seperti biasanya. Libur Hari Raya Bali yaitu Galungan dan Kuningan sekaligus tahun baru Dina mendapat libur selama 2 minggu di rumahnya.
Disaat hari raya Galungan Dina mengirimkan pesan kepada kak Dewa
Dina: Kak ini Dina, selamat hari raya galungan dan kuningan.
Tapi tak ada jawaban dari Dewa. " Mungkin kak Dewa lagi sibuk". pikir Dina
Tepat di malam tahun baru sahabatnya mangirimkan pesan singkat.
Arsi : Selamat tahun baru Dina.
Dina : Untuk lo juga:)
Tiba - tiba Dina teringat sesuatu." oh ya kak Dewa". Dengan terburu - buru Dina mengambil teleponnya.
Dina : Happy New Year kak ini Dina
Dewa : Kamu juga dik.
Dina : Makasi kak
Dewa : Lagi ngapain dik??
Dina : Lagi liat kembang api di langit kak
Dewa : oh
Dina :Kak ini kan malam tahun baru. kakak liat kelangit bayangkan harapan kakak. Semoga tercapai kak.
Dewa : Terimakasih dik
Dina : Ok kak adik mau tidur. Good night kak.
Dewa : Night to dik mimpi indah
Dengan perasaan bahagia Dina tidur dengan nyaman. Keesokan harinya pukul 07.00 pagi Dina dengan cepat mengambil teleponnya dan mengirimkan pesan lagi pada kak Dewa.
Dina : Pagi kak
Kak Dewa dengan cepat membalas.
Dewa : Pagi dik
Dengan perasaan berbunga Dina membalasnya
Dina : Gpt Kak?
Dewa : Lagi diam dik
Dina tidak membalas pesan tersebut karena Dewa sedang dekat dengan seorang perempuan yaitu kak Diva.
Tapi karena Dina telah jatuh cinta, Dina memberanikan diri untuk bertanya pada kak Dewa.
Dina : Kakak gak ada yang marah chatan dengan adik??
Dewa: Gak kok dik, santai aja.
Dina : terus kak Diva ??
Dewa : Kakak sudah selesai sama dia dik.
Dina : Oh.
Perasaan Dina seketika berubah menjadi bahagia dan senang. Dina berteriak dengan meninjukan tangannya ke udara. “ yes” teriak Dina.
1 minggu sudah berlalu Dina menjalani hari – harinya dengan saling mengirimkan pesan dengan Dewa. Dina sempat berpikir tidak mungkin kak Dewa suka dengannya.
Dewa : Dik kamu jangan malu tuk nyapa kakak kelas, karena banyak temen kakak yang bilang kalau kamu itu ragu nyapa mereka.
Dina : Emangnya adik kurang saat nyapa? Adik kira setiap ketemu kakak kelas pasti adik seyum.
Dina : oh ya kakak kira adik siapa?
Dewa : maksudnya dik??
Dina : kakak kira adik Dina Sintya atau Dina Risma?
Dewa : Kamu kan Dina Risma
Dina : bukan kak ini Dina Sintya.
Dewa : oh maaf ya dik
Dina : ya kak gak apa-apa
Hari semakin berlalu. Dina terus mengirimkan pesan kepada Dewa tapi tak ada jawaban sama sekali. Sampai – sampai Dina mencari media sosial Dewa. Ternyata alasan Dewa Handponnya mati. Hingga esok hari adalah dimana Dina akan kembali kesekolah. Dina diantar ayahnya yang baru datang dari luar kota.
Hari semakin berlalu, Dina menjalani hari dengan harapan untuk cepat di bagikan handpone. Karena pada hari senin sampai jumat Dina tidak boleh membawa handpone. Dina hanya boleh membawa handpone pada hari sabtu dan minggu.Setiaphari sabtu dan minggu Dina selalu mengiarimkan pesan kepada Dewa.
Tapi pada saat itu Dewa berubah drastis, Dewa jadi lebih dingin ke Dina hingga sekarang pun sama seperti itu. Tapi Dina sudah move on dari Dewa mungkin dia bukan jodohnya.
No comments:
Post a Comment