Cinta seorang sahabat
Oleh : Putu Dea Pratiwi
Malam datang degan membawa dinginnya angin. Cika Prima duduk di depan televisi dengan biskuit coklat ditangannya. Nikmatnya hidup Cika yang selalu berkecukupan, tapi ia tidak pernah sombong akan hal itu. Ayahnya adalah pengusaha besar yang berada di Daerahnya. Cika memiliki sahabat yang bernama Rina. Rina adalah orang yang gengsi, sifatnya berbanding terbalik dengan Cika.
"Hai Cik lo mau pulang? gue nebeng ya?" rayu Rina.
" Hai Rin, iya nih gue mau pulang takut kemaleman. lo kan nebeng jadi lo yang bawa mobil gue." Cika tersenyum.
Mereka berdua pun pergi kerumah Rina terlebih dahulu,"Kok berhenti Rin?"tanya Cika bingung.
"Rumah gue sudah dekat, gue jalan kaki aja." jawab Rina.
"Ya gak apa-apa kan sekalian gue mampir, biar tahu rumah lo."tambah Cika
"Gak usah, rumah gue masuk gang kecil, nanti mobil lo gak bisa masuk. Lo mau jalan kaki?" Elak Rina.
" Ya udah deh gue balik aja, nanti kalau sempat gue mampir kesini ya?"
Saat Cika memutar mobilnya, hampir Cika menabrak seorang lelaki tua penjual bakso keliling." Duh maaf ya pak saya gak sengaja." Cika terlihat takut.
" ya gak apa-apa neng kan gak sengaja."Jawab tukang bakso.
" Bapak saya antar kerumah sakit ya?"Tawar Cika.
"Gak usah, lagi pula bapak gak apa-apa."
" kalau gitu saya antar kerumah Bapak saja, nanti biar saya yang ganti rugi dagangan bapak." tawar Cika
" ya sudah, terimakasih ya neng."
Cika mengantarkan Bapak tersebut sampai dirumahnya. Sesampainya di sana Cika disambut oleh anak tukang bakso tersebut. " Bapak!" Seru Naru
"Bapak kenapa?" tanya Naru khawatir.
"Nggak, Bapak tadi cuma keserempet mobil neng ini, siapa namanya neng?" Tanya Bapak.
" Cika Prima pak bisa dipanggil Cika."jawab cika takut.
" Gue Naru anak bapak ini." Naru mengulurkan tangannya.
Setelah kejadian itu Cika sangat sering bermain kerumah Naru. Ada saja alasan Cika agar bisa bertemu dengan Naru. Dibalik kebahagiaan Cika, Rina yang dari dulu menyukai Naru merasa cemburu dengan kedekatan Cika dan Naru. Dari situlah persahabatan keduanya hancur. Dimulai dari Rina yang selalu cuek jika di ajak bicara oleh Cika.
" Rin kamu kenapa? kok cuek gitu sama aku sahabatmu sendiri." tanya Cika.
" Hah apa lo bilang sahabat? bukan! sekarang lo bukan lagi sahabat gue, karna lo telah rebut gaebetan gue. NARU." Rina menjawab sebal.
" lo suka sama Naru, kenapa gak bilang, kan gue bisa comblangin lo sama dia." Seru Cika
" Beneran lo mau comblangin gue sama Naru??" Kepo Rina.
"Iya lah, karna gue juga tahu kalau Naru itu sukanya sama lo." Tawa Cika.
"hah Naru suka sama gue!" Seru Rina gak percaya.
" Iya kemarin dia curhat sama gue, kalau lo itu orangnya lucu,walau kadang lo gengsi nunjukin jati diri lo ke gue, tapi gue gak memandang lo itu kaya atau miskin sama saja." Jawab Cika.
" Cika lo memang bener sahabat gue paling baik. gue gak nyesel jadi sahabat lo" Tawa Rina.
Kini Rina sudah menikah dengan Naru, dan Cika masih mencari pasangan hidup yang tepat.
No comments:
Post a Comment